Success Story of Carpenter became Founder of Big Company
William Edward Boeing adalah
seorang pionir penerbangan yang mendirikan perusahaan Boeing. William lahir
dari sebuah keluarga kaya keturunan Jerman di Detroit, Michigan, Amerika
Serikat. Keluarganya merupakan pemilik dari perusahaan pertambangan dan perusahaan
perkayuan yang sukses. Pada 1903, Boeing terjun kedalam bisnis keluarga,
menjadi pengusaha dalam usaha penebangan kayu. Usaha ini membuat dirinya
menjadi kaya raya, apalagi setelah ia membangun perusahaan perkayuannya sendiri
di Grays Harbour.
Ketika umur 30 tahunan lebih dia baru mulai mengenal yang
namanya pesawat terbang. Pada tahun 1916, William Edward Boeing dan George
Conrad Westervelt mendirikan industri pesawat terbang dari kayu yang saat
itu diberi nama Pacific Aero Products.
Setahun kemudian, begitu
Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, Boeing mengganti nama
perusahaannya menjadi Boeing Airplane Company yang dikenal sebagai Boeing
Company. Boeing sebagai perusahaan mendapatkan tender pengadaan 50 pesawat dari
Korps Penerbangan Amerika Serikat. Namun pihak Militer Angkatan Laut
membatalkan pesananan pesawatnya dikarenakan krisis ekonomi di pemerintahan
Amerika saat itu.Setelah itu Boeing kembali ke nol mulai merintis jadi
pengusaha kayu lagi karena hartanya sudah hampir disita semuanya.
3 Maret 1919, Boeing berhasil mendirikan Pos Udara untuk yang
pertama kalinya. Keberhasilanya lainnya pun mulai menyusul pada Januari 1920
untuk pertama kalinya Boeing berhasil menjual pesawat yaitu pesawat tipe B-1 ke
Kanada.
William Boeing menjadi salah satu dari pengusaha sukses di Amerika. Boeing tidak pernah kehilangan minatnya dalam bidang penerbangan. selama Perang Dunia kedua, dia menjadi relawan sebagai konsultan untuk beberapa perusahaan.
Di tahun-tahun menjelang
Perang Dunia II, industri ini mampu menarik puluhan ribu pendatang. Boeing
kemudian berkonstentrasi pada industri pesawat terbang komersial yang kemudian
sukses pula membangun jasa pelayanan surat yang cepat dan efisien. Karena
Boeing dianggap merajai di dunia penerbangan Amerika Serikat saat itu, pada
tahun 1934 pemerintah Amerika Serikat mendakwanya dengan tuduhan mengadakan
praktek monopoli.
Pada tahun 1934, Boeing
kemudian pensiun, meski tidak lepas berbisnis. Dikemudian hari Boeing dikenal
sebagai seorang usahawan di bidang properti.
Pabrik Pesawat Terbang Boeing di Everett, Washington,
Pinggiran Seattle, AS merupakan fasilitas pembuatan pesawat terbang terbesar di
dunia. Jauh lebih besar ketimbang pabrik Airbus di Toulouse, Prancis. Pabrik
yang berdiri Juni 1968 ini telah tercatat The Guinness World Records sebagai
pabrik pesawat terbang terbesar di dunia dari sisi volume, yakni 472 juta kaki
kubik atau 13,3 juta meter kubik. Tinggi atapnya 114 kaki (35 meter), sedangkan
crane (derek pengangkat di pabrik) terpasang di ketinggian 90 kaki (28
meter).Ukuran semula pada tahun 1968 hanya 98,3 acre (39,8 hektare), pabrik
Boeing terus diperluas sampai beberapa kali hingga mencapai 1.025 acre (415
hektar) pada 1993 dalam rangka pembuatan 777.
Saat ini pabrik tersebut lebih
banyak diperuntukkan sebagai tempat pembuatan pesawat-pesawat Boeing 747, 767,
777, dan 787 (Dreamliner). Total karyawan perusahaan itu lebih dari 150 ribu.
Never too young to be billionaire
and
It's never too late to be
billionaire
- William Boeing
Source :
http://www.boeing.com/history/pioneers/william-e-boeing.page
http://gerstarted.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-singkat-william-edward-boeing.html
http://www.bayuwin.com/2015/10/kisah-sukses-pengusaha-kayu-sekaligus.html





0 komentar :
Posting Komentar