Success Story of Carpenter became Founder of Big Company

Selasa, 14 Maret 2017

Success Story of Carpenter became Founder of Big Company



William Edward Boeing adalah seorang pionir penerbangan yang mendirikan perusahaan Boeing. William lahir dari sebuah keluarga kaya keturunan Jerman di Detroit, Michigan, Amerika Serikat. Keluarganya merupakan pemilik dari perusahaan pertambangan dan perusahaan perkayuan yang sukses. Pada 1903, Boeing terjun kedalam bisnis keluarga, menjadi pengusaha dalam usaha penebangan kayu. Usaha ini membuat dirinya menjadi kaya raya, apalagi setelah ia membangun perusahaan perkayuannya sendiri di Grays Harbour.
Ketika umur 30 tahunan lebih dia baru mulai mengenal yang namanya pesawat terbang. Pada tahun 1916, William Edward Boeing dan George Conrad Westervelt mendirikan industri pesawat terbang dari kayu yang saat itu diberi nama Pacific Aero Products.
Setahun kemudian, begitu Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, Boeing mengganti nama perusahaannya menjadi Boeing Airplane Company yang dikenal sebagai Boeing Company. Boeing sebagai perusahaan mendapatkan tender pengadaan 50 pesawat dari Korps Penerbangan Amerika Serikat. Namun pihak Militer Angkatan Laut membatalkan pesananan pesawatnya dikarenakan krisis ekonomi di pemerintahan Amerika saat itu.Setelah itu Boeing kembali ke nol mulai merintis jadi pengusaha kayu lagi karena hartanya sudah hampir disita semuanya.
3 Maret 1919, Boeing berhasil mendirikan Pos Udara untuk yang pertama kalinya. Keberhasilanya lainnya pun mulai menyusul pada Januari 1920 untuk pertama kalinya Boeing berhasil menjual pesawat yaitu pesawat tipe B-1 ke Kanada.
William Boeing menjadi salah satu dari pengusaha sukses di Amerika. Boeing tidak pernah kehilangan minatnya dalam bidang penerbangan. selama Perang Dunia kedua, dia menjadi relawan sebagai konsultan untuk beberapa perusahaan.
Di tahun-tahun menjelang Perang Dunia II, industri ini mampu menarik puluhan ribu pendatang. Boeing kemudian berkonstentrasi pada industri pesawat terbang komersial yang kemudian sukses pula membangun jasa pelayanan surat yang cepat dan efisien. Karena Boeing dianggap merajai di dunia penerbangan Amerika Serikat saat itu, pada tahun 1934 pemerintah Amerika Serikat mendakwanya dengan tuduhan mengadakan praktek monopoli.
Pada tahun 1934, Boeing kemudian pensiun, meski tidak lepas berbisnis. Dikemudian hari Boeing dikenal sebagai seorang usahawan di bidang properti.
 
Pabrik Pesawat Terbang Boeing di Everett, Washington, Pinggiran Seattle, AS merupakan fasilitas pembuatan pesawat terbang terbesar di dunia. Jauh lebih besar ketimbang pabrik Airbus di Toulouse, Prancis. Pabrik yang berdiri Juni 1968 ini telah tercatat The Guinness World Records sebagai pabrik pesawat terbang terbesar di dunia dari sisi volume, yakni 472 juta kaki kubik atau 13,3 juta meter kubik. Tinggi atapnya 114 kaki (35 meter), sedangkan crane (derek pengangkat di pabrik) terpasang di ketinggian 90 kaki (28 meter).Ukuran semula pada tahun 1968 hanya 98,3 acre (39,8 hektare), pabrik Boeing terus diperluas sampai beberapa kali hingga mencapai 1.025 acre (415 hektar) pada 1993 dalam rangka pembuatan 777.
Saat ini pabrik tersebut lebih banyak diperuntukkan sebagai tempat pembuatan pesawat-pesawat Boeing 747, 767, 777, dan 787 (Dreamliner). Total karyawan perusahaan itu lebih dari 150 ribu.

Never too young to be billionaire
and
It's never too late to be billionaire
- William Boeing



Source :
http://www.boeing.com/history/pioneers/william-e-boeing.page
http://gerstarted.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-singkat-william-edward-boeing.html
http://www.bayuwin.com/2015/10/kisah-sukses-pengusaha-kayu-sekaligus.html

0 komentar :

Posting Komentar